Pelajar dan Pemuda Lintas Iman Yogyakarta Pelajari Ahmadiyah Langsung ke Sumbernya

Talhah Lukman ARabthah2 min
30 Pelajar dan Pemuda Lintas Iman Yogyakarta Pelajari Ahmadiyah Langsung ke Sumbernya
A-AA+A++

Yogyakarta, Warta Ahmadiyah– Sebanyak 30 pelajar dan pemuda lintas agama dalam rangkaian Interfaith Student Forum, Sabtu, 26 September 2026.

Kunjungan ke Jemaat Ahmadiyah Indonesia menjadi salah satu agenda pembelajaran lintas iman.

Masjid Fadhli Umar menjadi ruang perjumpaan bagi peserta untuk mengenal komunitas Ahmadiyah lebih dekat, sekaligus bertukar pengalaman dan memperluas perspektif tentang keberagaman pada Sabtu 26 September 2026.

Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Pagentan Pasang TV MTA Baru di Masjid, Anggota Panjatkan Syukur

Datang dari latar belakang agama dan kepercayaan yang beragam, para peserta mengikuti dialog sebagai bagian dari upaya membangun ruang perjumpaan yang terbuka dan inklusif.

Pertemuan langsung dengan komunitas JAI menunjukkan bahwa mengenal sebuah kelompok secara dekat dapat membuka pemahaman yang lebih luas terhadap perbedaan.

Salah satu pemateri, Ahmad Saifudin, menyampaikan bahwa forum antariman perlu membiasakan dialog yang jernih dalam menyikapi perbedaan serta bekerja sama dalam kebaikan.

“Perbedaan tidak perlu disamakan, cukup dipahami. Kebaikan tidak perlu menunggu sama, cukup dikerjakan bersama,” ujarnya.

Baca juga: Mohon Hujan Turun, Anggota Jemaat Ahmadiyah Gondrong Gelar Sholat Istisqa


Menurutnya, dialog bukan untuk mencari siapa yang paling benar, melainkan membangun kehidupan yang rukun dan maju bersama.

Sementara itu Mln. Basyiruddin Suhartono, Mubaligh Wilayah Jemaat Muslim Ahmadiyah DIY, menyampaikan rasa syukur atas kunjungan generasi muda lintas iman ke Masjid Fadhli Umar.

Ia menilai antusiasme peserta menjadi optimisme bagi masa depan toleransi dan perdamaian di Yogyakarta.

Baca juga: Ismail Hasani Dikukuhkan Guru Besar, JAI Apresiasi Kiprahnya dalam Kebebasan Beragama

Menurut Mln. Basyiruddin Suhartono, Masjid Fadhli Umar tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang perjumpaan penuh persaudaraan tanpa sekat.

Writer: Rakhmat Fithri AdiEditor: Talhah Lukman A