Suara perempuan menjadi penting karena kebijakan terkait keluarga, pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga kebebasan beragama berdampak langsung pada kehidupan mereka.
Bagi peserta, kegiatan tersebut tidak hanya menambah wawasan demokrasi, tetapi juga memperkuat rabtah dan silaturahmi.
Pertemuan itu sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan organisasi perempuan lain, termasuk Fatayat NU dan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI).

Tidak ada Respon