Bandung, Warta Ahmadiyah- Lajnah Ahmadiyah Bandung Wetan menekankan pentingnya ketahanan atau resiliensi dalam menghadapi tantangan sebagai kelompok minoritas.
Hal itu disampaikan dalam diskusi lintas iman yang digelar Sekolah Damai Indonesia (SEKODI) di Masjid Mubarak, Bandung, Sabtu 18 Juli 2026
Diskusi yang diikuti 26 peserta itu menghadirkan tiga narasumber: Rahma Roshadi (Lajnah Imaillah Ahmadiyah), Viktor Wibowo (Pendeta Muda GKI Maulana Yusuf), dan Sabahudin (LBH Bandung).
Baca juga: KPA Exhibition Day 2026 Buktikan Keimanan Lewat Aksi Nyata
Rahma Roshadi mengatakan, ancaman dan pembubaran kegiatan di sejumlah daerah tidak boleh dilihat sebagai gambaran utuh perjalanan jemaat.
“Resiliensi bukan berarti tidak menghadapi tantangan, tetapi bagaimana meresponsnya,” ujarnya.
Rahma menambahkan, pendekatan dialog dan kolaborasi membuat lebih banyak kegiatan jemaat berjalan lancar dibanding yang mengalami hambatan.
Baca juga: KPA Exhibition Day 2026, Pemuda Ahmadi Tunjukkan Aksi Lewat Proyek Sosial
Sementara itu, Viktor Wibowo mengajak masyarakat memperkuat budaya dialog untuk mengikis kesalahpahaman terhadap kelompok minoritas.
Adapun LBH Bandung, Sabahudin menyoroti bahwa konstitusi menjamin kebebasan beragama, namun sejumlah regulasi kerap ditafsirkan keliru sehingga memicu tindakan intimidasi.
Ia menekankan perlunya penguatan pemahaman hukum di masyarakat.
Baca juga: Junjung Sportivitas, Turnamen Tenis Meja Mubarak Cup Pererat Silaturahmi
SEKODI Bandung menyatakan, forum ini menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi dengan pemangku kebijakan dan organisasi masyarakat, guna memperkuat toleransi serta meluruskan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Tidak ada Respon