Tasikmalaya, Warta Ahmadiyah – Sekitar 3.000 peserta menghadiri Jalsa Salanah Jemaat Muslim Ahmadiyah 2026 di Wanasigra, Tasikmalaya (16-18 Oktober 2026) yang menyoroti peran agama sebagai solusi nyata. Kegiatan berisi tilawat dan ceramah ini turut dihadiri Perwakilan Amir Nasional, Achmad Supardi, beserta unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat.
Dalam arahannya, Achmad Supardi menyoroti pentingnya tema Jalsa tahun ini yang menekankan bahwa agama harus mampu menghadirkan penyelesaian masalah di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap anggota jemaat harus menyelaraskan antara pemahaman ilmu agama dan amal perbuatan nyata di lapangan.
“Ketika kita menghadapi permasalahan, yang penting adalah solusinya, bagaimana jalan keluarnya, bukan hanya seremoni,” ujar Achmad Supardi di lokasi Jalsah.
Baca juga: Lajnah Imaillah Tanjung Medan Perkuat Rabtah dengan Ibu-Ibu Majelis Talim
Menurutnya, tindakan nyata berbasis solusi itulah yang akan membekas sekaligus membuktikan bahwa ilmu dan amal seorang Ahmadi berjalan seiringan. Penyelarasan ini secara otomatis menjadi bentuk dakwah nyata melalui akhlak yang disaksikan langsung oleh para tamu pemerintahan dan perwakilan organisasi masyarakat.
Terkait esensi acara, Achmad Supardi mengingatkan bahwa Jalsa Salanah merupakan sebuah tradisi kerohanian yang diwariskan oleh pendiri Jemaat Ahmadiyah. Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut ini rutin digelar pada setiap wilayah di mana pun jemaat berada.
Ia menekankan bahwa Jalsa berisi rangkaian nasihat dan pidato yang dirancang khusus untuk meningkatkan kerohanian anggota Jemaat. Oleh karena itu, setiap peserta diharapkan mengikuti seluruh prosedur acara dengan sempurna agar mendapatkan karunia Allah SWT.
Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Tanjung Medan Wisata ke Zyleenpark, Momen Kebersamaan Anggota
“Terutama dampaknya dari kita mengikuti Jalsa Salanah itu adalah perubahan, perubahan dalam diri kita, sikap, dan tingkah laku kita,” tegasnya terkait tujuan utama acara tersebut.
Transformasi diri inilah yang menjadi tolok ukur keberhasilan dari tradisi Jalsa setiap tahunnya. Dengan perubahan karakter yang positif, anggota Ahmadiyah diharapkan selalu siap mematuhi aturan pemerintah setempat dan menjadi solusi nyata di lingkungan masyarakat.

Tidak ada Respon