Bogor, Warta Ahmadiyah — Humanity First Internasional menggelar Workshop Disaster Response di Auditorium Jamiah Markaz, Kemang, Bogor, Sabtu (10/10/2026), untuk memperkuat kesiapsiagaan Jemaat Ahmadiyah di Indonesia dan Asia Tenggara. Pelatihan ini dirancang agar peserta dapat meneruskan pengetahuan kebencanaan di wilayah masing-masing.
Chairman Humanity First Indonesia, Ir. H. Kandali A. Lubis, M.M., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiatif Humanity First Internasional atas arahan Khalifah Islam Ahmadiyah. Indonesia menjadi salah satu perhatian dalam upaya memetakan dan memperkuat kesiapan menghadapi kondisi darurat di kawasan Asia Tenggara.
Peserta berasal dari berbagai daerah dan dipilih melalui koordinasi dengan Amir Daerah. Mereka terdiri atas anggota yang dinilai dapat dipercaya untuk membantu memimpin penanganan saat terjadi bencana, bukan semata-mata berdasarkan jabatan struktural di Jemaat.
Baca juga: Amir Nasional JAI Dorong Kesiapsiagaan Jemaat Hadapi Kondisi Darurat
Kandali A. Lubis mengatakan pendekatan training of trainers menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu berperan sebagai pelatih bagi anggota lain setelah kembali ke daerah masing-masing.
“Harapan saya, yang hadir pada hari ini bisa menjadi guru atau menjadi trainer di daerah masing-masing apabila terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan,” ujarnya.
Menurutnya, kesiapan tersebut penting mengingat Indonesia berada di kawasan Ring of Fire yang memiliki potensi bencana. Kondisi darurat dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga masyarakat dan tim kemanusiaan perlu mempersiapkan diri sejak dini.
Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Purwokerto Bersihkan Sungai Kalipelus, Cegah Potensi Bencana
Ia menegaskan bahwa upaya kesiapsiagaan bukan berarti mengharapkan bencana terjadi. Sebaliknya, persiapan diperlukan agar tim memiliki bekal ketika harus menghadapi keadaan darurat dan membantu masyarakat yang terdampak.
Melalui pelatihan ini, Humanity First berharap peserta dapat meneruskan materi dan kemampuan yang diperoleh kepada anggota di daerah. Penguatan kapasitas tersebut menjadi langkah untuk membangun kesiapsiagaan yang lebih luas, sehingga bantuan dapat diberikan secara lebih terarah ketika bencana terjadi.

Tidak ada Respon