Salatiga, Warta Ahmadiyah — Buku antologi Muslim Ahmadiyah dan Indonesia: 100 Tahun Keberagamaan & Kerja Kemanusiaan dibahas dalam Bedah Buku Akademik bertajuk “Guyub Agawe Santosa: Merawat Toleransi, Perdamaian, dan Resiliensi Kebersamaan” di Auditorium Kampus UIN Salatiga, Rabu, 30 September 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Roadshow Bedah Buku Antologi Jilid 1 & 2. Acara diselenggarakan Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia Salatiga bekerja sama dengan UIN Salatiga dan mitra lintas agama.
Sebagai salah satu penanggap, Anis Maftuhin, Pengasuh Pondok Pesantren Wali Salatiga dan pegiat literasi Islam, memberikan tanggapan terhadap isi antologi.
Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Pagentan Pasang TV MTA Baru di Masjid, Anggota Panjatkan Syukur
Anis menilai antologi tersebut disusun secara objektif dengan menghadirkan beragam sudut pandang. Ia mencatat buku tidak hanya memuat pandangan yang mendukung Ahmadiyah, tetapi juga kritik dan masukan dari berbagai pihak.
“Saya melihat buku ini sangat objektif, di dalamnya sangat lengkap. Buku ini bukan buku propaganda,” ujar Anis.
Menurutnya, keberagaman pandangan tersebut membuat antologi tidak sekadar menjadi bahan pengenalan, tetapi juga dapat dibaca sebagai bahan kajian. Ia mengapresiasi pilihan untuk menghadirkan pandangan internal dan eksternal Ahmadiyah secara bersamaan.
Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Bandung Raya Ikuti GJS Donor Darah HUT PMI ke-81
“Yang mendukung ada, yang mengkritik ada, yang memberi masukan ada,” katanya. Karena itu, Anis menilai buku tersebut memiliki relevansi untuk dibaca oleh kalangan akademisi.
Bedah buku diikuti sekitar 150 peserta dari civitas academica UIN Salatiga dan UKSW, tokoh agama, Pemerintah Kota Salatiga, serta komunitas muda. Rangkaian kegiatan juga mencakup penandatanganan perpanjangan MoU, paparan narasumber, tanggapan, dan diskusi interaktif.

Tidak ada Respon