Banjarnegara, Warta Ahmadiyah – Anggota Jemaat Ahmadiyah Krucil bersasama warga berjuang mengatasi krisis air bersih yang melanda.
Warga Dusun Krucil, Desa Winong, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, kembali menghadapi krisis air bersih saat musim kemarau.
Kali ini, kondisi kekeringan dirasakan lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sejak sekitar 11 Agustus 2026, sumur dangkal milik warga mulai mengering akibat kemarau panjang.
Diperkirakan 80 hingga 90 persen rumah di Dusun Krucil terdampak kekurangan air bersih.
Warga yang biasanya mengandalkan sumur sedalam 15–20 meter kini harus mencari air ke lokasi lain.
Kekeringan juga meluas ke wilayah lain di Kecamatan Bawang. Dari 18 desa, sekitar 13 desa dilaporkan terdampak.
Di tengah kondisi tersebut, bantuan air bersih mulai berdatangan dari berbagai pihak.
BPBD Banjarnegara melalui Tim Reaksi Cepat (TRC), Pramuka Peduli, masyarakat, serta relawan ikut membantu distribusi air.
Relawan dari Mantrianom, Banjarsari, Binorong, dan Winong juga bergerak memenuhi kebutuhan warga.
Salah seorang anggota Jemaat Ahmadiyah Krucil, Muhammad Sodikin turut beberapa kali menyalurkan air bersama Pramuka Peduli kepada masyarakat Krucil.
Almuhdi juga menggerakkan Pramuka Peduli untuk membantu warga yang terdampak kekeringan.
Distribusi air di Posko Bantuan Air Bersih RT 03 dikoordinasikan Saifur Rohman agar bantuan tepat sasaran.
Krisis air bahkan menimbulkan risiko keselamatan. Raji Ahmad mengalami kecelakaan saat mengambil air dan harus menjalani perawatan.

Tidak ada Respon