Makassar, Warta Ahmadiyah- Kunjungan Mubaligh Daerah Jemaat Muslim Ahmadiyah Sulawesi Selatan ke Gedung Sara-e-Masroor di Rabwah, Pakistan, menghadirkan pengalaman menarik.
Gedung tujuh lantai itu menjadi salah satu inspirasi dalam pengelolaan informasi Jemaat Ahmadiyaah
Sara-e-Masroor memiliki konsep menyerupai istana, tetapi menonjolkan nilai-nilai rohani dan sejarah Keahmadiyahan.
Baca juga: Evangelis Advent Terkesan Koleksi Alkitab di Perpustakaan Mubaligh Jemaat Ahmadiyah di Makassar
Setiap lantainya ditata seperti museum atau diorama. Pengunjung dapat melihat berbagai gambaran sejarah Islam dan Ahmadiyah.
Di antaranya terdapat replika rumah Rasulullah saw., pohon kurma, unta, serta gambaran Gua Hira dan Gua Tsur.
Lantai lainnya menampilkan diorama masa Hadhrat Masih Mau’ud as., termasuk kompleks Daar al-Masih di Qadian.
Baca juga: Humanity First Indonesia Terus Kirim Bantuan ke NTT, Kebutuhan Pokok jadi Prioritas
Perkembangan Ahmadiyah dari masa ke masa serta kisah para syuhada juga ditampilkan secara menarik.
Fasilitas olahraga, dapur, hingga kamar penginapan turut tersedia untuk menunjang kenyamanan para pengunjung.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi inspirasi bagi Mubalig Daerah Sulawesi Selatan 1, Mln. Rakeeman R.A.M. Jumaan untuk mengembangkan pelayanan tamu di Jemaat Ahmadiyah Makassar.
Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Pagentan Gelar Aksi Bersih-Bersih Kawasan Sekitar GOR
Salah satunya melalui optimalisasi majalah dinding alias sebagai media informasi seputar Jemaat Ahmadiyah
Mading dapat memuat reportase kegiatan internal maupun eksternal Jemaat yang layak diketahui anggota dan masyarakat.
Keberadaan media tersebut dinilai dapat memperkenalkan aktivitas Jemaat kepada tamu sebelum mereka memasuki ruang Peace Centre Jemaat Ahmadiyah Makassar.
Dengan informasi awal itu, pengunjung diharapkan memiliki gambaran mengenai Keahmadiyahan dan lebih siap berdiskusi.

Tidak ada Respon