Jalan Santai FKLA Jadi Ruang Perjumpaan Lintas Iman di Makassar

Munadi AhmadDaerah2 min
Jalan Santai FKLA mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam semangat silaturahmi, persaudaraan, dan kebersamaan lintas iman.
A-AA+A++

Makassar, Warta Ahmadiyah — Perjumpaan menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih dekat di tengah keberagaman. Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan Jalan Santai yang diselenggarakan Forum Kemanusiaan Lintas Agama (FKLA) di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan yang mengusung jargon “Anti Mager” itu diikuti berbagai elemen masyarakat dari latar belakang agama, suku, dan budaya yang beragam. Sekitar 6.000 peserta terdaftar dalam kegiatan tersebut, meski jumlah yang hadir diperkirakan sekitar setengahnya.

Jemaat Ahmadiyah Indonesia turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas rabtah dan membangun silaturahmi dengan berbagai kelompok masyarakat. Kehadiran anggota Jemaat menjadi kesempatan untuk bertemu dan berinteraksi langsung dengan tokoh agama, organisasi keagamaan, serta komunitas lintas iman.

Baca juga: Porda dan Muawanah Jabar 04 Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian Lingkungan

Rangkaian acara diawali penampilan barongsai dan silat Tapak Suci Muhammadiyah, kemudian dilanjutkan dengan Deklarasi Damai FKLA yang dibacakan Pdt. Adrie O. Massie, S.Th., Ketua PGIW Sulselbara sekaligus Pembina GUSDURian Sulampapua.

FKLA sendiri baru diresmikan pada 31 Juli 2026 di Keuskupan Agung Makassar. Forum tersebut dipimpin Prof. Dr. Mustari Bosra, M.A., yang juga menjabat Wakil Ketua MUI dan FKUB Sulawesi Selatan serta Rektor Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar.

Bagi Mubalig Daerah Sulawesi Selatan 01, kegiatan tersebut menjadi ruang yang terbuka untuk membangun hubungan dengan berbagai tokoh. Pertemuan dan interaksi berlangsung secara informal, sehingga anggota Jemaat dapat mengenal lebih dekat para peserta dari berbagai latar belakang.

Baca juga: Dialog Lintas Iman Jadi Jalan Merawat Keadilan dan Perdamaian

Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga bersilaturahmi dengan Ketua MUI Sulawesi Selatan, AG Prof. Dr. K.H. Najamuddin Abdul Safa, Lc., M.A., serta sejumlah panitia dan aktivis lintas agama, di antaranya Zulfikar Hafid dari Muhammadiyah, Amin Muhammad dari GUSDURian, Eko Setiono dari Permabudhi, dan Yorris Larantuka dari Pemuda Katolik.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa silaturahmi lintas iman dapat dimulai dari perjumpaan sederhana. Dengan saling mengenal dan membangun komunikasi secara langsung, ruang kerja sama dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat dapat semakin terbuka.