Jakarta, Warta Ahmadiyah — Membentuk generasi muda tidak cukup hanya dengan memberikan pengetahuan, tetapi juga membiasakan mereka mengambil peran dan bertanggung jawab di tengah masyarakat. Semangat inilah yang menjadi fokus KPA Exhibition Day 2026 yang digelar serentak di 16 titik di seluruh Indonesia, Sabtu (18/7/2026).
Sebagai fase kedua dalam rangkaian Trilogi KPA, Exhibition Day menjadi ruang bagi para peserta untuk mempresentasikan berbagai proyek sosial yang telah mereka jalankan selama dua bulan terakhir. Lebih dari sekadar memamerkan hasil karya, kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai kepemimpinan, tanggung jawab, kolaborasi, dan pengabdian sebagai bagian dari pembinaan karakter generasi muda Ahmadi.
Mengusung tema “Dari Janji Menuju Aksi: Bukti Keimanan Melalui Kontribusi Nyata”, setiap kelompok (Hizeb) tidak hanya diminta menghasilkan program yang bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga mempertanggungjawabkan proses, dampak, serta pembelajaran yang mereka peroleh selama menjalankan proyek tersebut.
Baca juga: Ahmadiyah Perkuat Komunikasi, Wonosobo Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan
Dalam sambutan Amir Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia yang dibacakan Naib Amir Bidang Tarbiyat, Dr. Jayadih, ditegaskan bahwa pembinaan generasi muda harus melahirkan pribadi yang mampu menerjemahkan nilai-nilai Islam ke dalam kehidupan sehari-hari.
“Keimanan sejati tidak pernah cukup hanya diucapkan oleh lisan atau disimpan di dalam hati. Keimanan yang hidup adalah keimanan yang mewujud dalam amal saleh, bertransformasi menjadi tindakan nyata yang membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat di sekitar kita.”
Menurutnya, setiap proyek sosial yang dipresentasikan merupakan bagian dari proses belajar menjadi pemimpin yang melayani. Kepemimpinan, kata dia, bukan hanya tentang kemampuan memimpin orang lain, tetapi juga keberanian mengambil tanggung jawab dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Baca juga: KPA Exhibition Day 2026 Perkuat Persaudaraan Generasi Muda Ahmadi Lewat Kebersamaan
Melalui Exhibition Day, peserta juga diajak memahami pentingnya bekerja dalam tim. Berbagai proyek yang ditampilkan lahir dari proses berdiskusi, saling mendukung, menyelesaikan tantangan bersama, hingga menemukan solusi yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Nilai kolaborasi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi peserta dalam kehidupan bermasyarakat maupun pengabdian di Jemaat.
Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang refleksi bahwa setiap komitmen yang telah diikrarkan sejak Bonding Day perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Bagi para peserta, keberhasilan tidak hanya diukur dari hasil akhir sebuah proyek, tetapi juga dari proses bertumbuh sebagai pribadi yang bertanggung jawab, peduli, dan mampu bekerja sama.

Tidak ada Respon