Jemaat Ahmadiyah Hadiri Dialog Budaya Yogya Semesta Bahas Masa Depan DIY

Munadi AhmadDaerah2 min
Jemaat Ahmadiyah Yogyakarta hadir dalam Dialog Budaya dan Gelar Seni “Yogya Semesta” Bahas Strategi Menjaga Keistimewaan DIY di Masa Depan
A-AA+A++

Yogyakarta, Warta Ahmadiyah — Komunitas Budaya Yogya Semesta menyelenggarakan Dialog Budaya dan Gelar Seni bertajuk “10 Tahun Yogya Semesta (2006–2026): Strategi Kebudayaan Menjaga Keistimewaan bagi Masa Depan DIY” di Pendapa Wiyata Praja, Kompleks Kepatihan DIY, Jumat (29/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan berbagai unsur masyarakat untuk mendiskusikan tantangan dan peluang pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berbasis nilai-nilai kebudayaan. Sekitar 100 peserta hadir, terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, budayawan, komunitas, jurnalis, serta masyarakat umum.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia Cabang Yogyakarta, Sugiyarno, dan Ketua Ansarullah Yogyakarta, Barzan Asrori.

Baca juga: Momen Idul Adha Dimaknai Lewat Aksi Kemanusiaan di Jemaat Ahmadiyah Denpasar

Ketua panitia, Robby Kusumaharta, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang dialog yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat untuk membahas arah kebudayaan Yogyakarta di tengah perubahan zaman.

“Forum ini kami hadirkan sebagai wadah bertukar gagasan dan perspektif mengenai strategi menjaga keistimewaan Yogyakarta. Kami berharap berbagai elemen masyarakat dapat bersama-sama merumuskan langkah yang relevan untuk menjawab tantangan masa depan,” ujarnya.

Dialog menghadirkan tiga narasumber, yakni Pengasuh Yogya Semesta Syahbenol Hasibuan, budayawan Ki Priyono Mustiko, dan jurnalis Dwijo Suyono.

Dalam pemaparannya, para narasumber menyoroti sejumlah isu strategis yang dihadapi DIY, mulai dari tantangan modernisasi, persoalan agraria dan tata ruang, pelestarian kebudayaan, hingga dampak perkembangan sektor pariwisata terhadap kehidupan masyarakat lokal.

Salah satu gagasan yang mengemuka dalam diskusi adalah pentingnya memastikan status keistimewaan DIY tidak hanya dipahami sebagai upaya pelestarian budaya, tetapi juga diwujudkan melalui kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Bontang Salurkan 94 Paket Daging Kurban pada Idul Adha 2026

Para pembicara menilai kebudayaan perlu menjadi fondasi pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan agar tetap relevan bagi generasi mendatang.

Selain dialog budaya, kegiatan juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni tradisional berupa Cokean dari Sanggar Budaya Rasa Mulya dan tarian dari Sanggar Tirto Arumasari.

Melalui forum ini, peserta berharap Yogya Semesta dapat terus menjadi ruang dialog publik yang memperkuat semangat keistimewaan DIY sekaligus mendorong kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam menjaga warisan budaya Yogyakarta di masa depan.

Kontributor: Sugiyarno

Editor: Munadi Ahmad