Tasikmalaya, Warta Ahmadiyah– Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia Tasikmalaya menegaskan bahwa merawat alam adalah bagian dari praktik keagamaan.
Pernyataan tersebut diungkapkan dalam gelaran Haul ke-16 Gus Dur digelar Gusdurian Tasikmalaya di Pondok Pesantren Mathlabul Hidayah, Cigalontang.
Perwakilan Jemaat Muslim Ahmadiyah Tasikmalaya, Mawahibur Rahman yang hadir sebagai pembicara, menilai tema ‘Agama untuk Alam’ sangat relevan.
Terlebih menurutnya saat ini bencana ekologis di berbagai daerah tengah meningkat.
“Gus Dur bukan hanya berbicara tentang keragaman pemahaman, tapi juga keragaman hayati. Menjaga alam adalah bagian dari cara kita menjalankan agama,” ujar Mawahibur Rahman.
Menurutnya, kesadaran ekologis seharusnya lahir dari kesadaran spiritual.
Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Kapuas Silaturahmi dengan Camat Seberuang, Momen Hangat di Awal Tahun
Mawahibur Rahmanmengibaratkan, cara manusia menjaga alam seharusnya sama dengan cara manusia menjaga keberagaman keyakinan.
“Seperti kita menjaga alam dengan baik sebagai manusia beragama, seperti itu pula kita menjaga keragaman pemahaman di Tasikmalaya,” katanya.
Komitmen itu tidak berhenti di forum diskusi. Mawahibur mengungkapkan bahwa Jemaat Ahmadiyah Indonesia tengah menjalankan program penanaman 100 ribu pohon secara nasional, yang juga telah dilaksanakan di Kabupaten Tasikmalaya.
Baca juga: Awal Tahun 2026 di Jemaat Ahmadiyah Neglasari Diisi Sholat Berjamaah dan Pengkhidmatan
“Langkah kecil ini mudah-mudahan membuat Tasikmalaya lebih asri, lebih rindang, dan lebih baik,” ungkapnya.
Pesan tersebut selaras dengan semangat Gus Dur tentang keadilan ekologi yang kembali dihidupkan dalam haul tahun ini.
Sementara itu, Koordinator Gusdurian Tasikmalaya, Zeynda Usman Awliya menyebut nilai Gus Dur memang tidak bisa dilepaskan dari isu lingkungan.
“Gus Dur bahkan pernah mendorong moratorium ilegal logging. Artinya, isu ekologi sudah beliau pikirkan jauh sebelum menjadi isu global,” jelasnya.
Dalam konteks tersebut, gerakan tanam pohon yang dilakukan Jemaat Ahmadiyah menjadi contoh konkret bagaimana nilai agama diterjemahkan menjadi aksi ekologis di tingkat akar rumput.
Haul ini memperlihatkan bahwa merawat bumi bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aktivis lingkungan, tetapi juga komunitas keagamaan.
Dari pesantren di kaki Galunggung, Jemaat Muslim Ahmadiyah memperlihatkan bahwa kontribusi terhadap toleransi dapat berjalan beriringan dengan kontribusi terhadap lingkungan.
Kontributor: Munirul Insan/ Nanang AH
Editor: Talhah Lukman A