Tasikmalaya, Warta Ahmadiyah- Humanity First International bersama Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia meresmikan Emergency Hub pertama di Tenjowaringin, Kabupaten Tasikmalaya pada Minggu 11 Oktober 2026.
Fasilitas ini menjadi pusat kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.
Pembangunan Emergency Hub Humanity First Indonesia ini merupakan tindak lanjut arahan Hazrat Khalifatul Masih mengenai pentingnya persiapan menghadapi berbagai kemungkinan krisis.
Global Operations Manager Humanity First International, Fazal Shahid Ahmad, menegaskan kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana maupun keadaan darurat terjadi.
Baca juga: Mubaligh Jemaat Ahmadiyah Pringsewu Sambangi Vihara, Ada Momen Hangat Lintas Agama
Menurutnya, masyarakat tidak boleh menganggap kondisi aman akan berlangsung selamanya.
Krisis dapat memicu kelangkaan bahan pangan, bahan bakar, hingga obat-obatan dalam waktu singkat.
“Seperti yang kita saksikan saat pandemi COVID-19 dan berbagai krisis lainnya, situasi dapat memburuk dengan sangat cepat,” ujar Fazal.
“Dalam waktu dua hari saja, seluruh persediaan di supermarket bisa habis. Bahan bakar mungkin mulai dibatasi, kemudian terjadi kelangkaan obat-obatan, dan berbagai persoalan lainnya dapat muncul,” sambungnya.
Karena itu, setiap keluarga dianjurkan memiliki persediaan kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan selama dua hingga tiga bulan.
Baca juga: Hadapi Potensi Krisis Global JAI Rumuskan Langkah Mitigasi Keluarga
Persediaan tersebut mencakup makanan, air bersih, obat-obatan, serta perlengkapan penting lainnya.
Emergency Hub di Tenjowaringin disiapkan untuk mendukung respons awal ketika masyarakat menghadapi keadaan darurat.
Fasilitas tersebut menyediakan makanan, bahan bakar, perlengkapan medis, dan kebutuhan dasar lainnya.
Baca juga: Antisipasi Krisis Global JAI Mantapkan Sinergi dan Tanggap Darurat Nasional
Fazal mengapresiasi masyarakat yang mulai memahami pentingnya pesan kesiapsiagaan dan menerapkannya secara nyata.

Tidak ada Respon