Bhikkhu Mubaligh Ahmadiyah Lampung Bertemu, Ini yang Dibahas

Talhah Lukman ADaerah2 min
A-AA+A++

Bandar Lampung, Warta Ahmadiyah – Dialog lintas agama antara Bhikkhu, Romo, dan Mubaligh Jemaat Ahamdiyah Lampung berlangsung di Vihara Suvanna Dipa, Bandar Lampung, Sabtu 3 Oktober 2026.

Pertemuan ini mempererat hubungan antarumat beragama melalui diskusi dan silaturahmi.

Kegiatan tersebut dihadiri Mubaligh Jemaat Ahmadiyah Lampung, Mln. Zafar Ahmad Khudori bersama istri usai beraktivitas di wilayah Pringsewu dan Bandar Lampung.

Kunjungan ini berawal dari informasi Romo Thomas Kresnadhani mengenai kehadiran Bhikkhu Dhammiko Mahathera dari Karawang.

Baca juga: Seberangi Sungai demi Hadir, Khuddam Connect Sulawesi Tenggara Penuh Makna

Saat tiba, kegiatan Dhamma Class tengah membahas Tisarana, konsep perlindungan dalam ajaran Buddha.

Bhikkhu Dhammiko menjelaskan makna dan filosofi Tisarana kepada para peserta.

Ia juga memaparkan sejarah penyusunan kitab suci Tipitaka dan berbagai kitab lainnya dalam tradisi Buddhis.

Sesi tanya jawab memberi kesempatan kepada peserta untuk mendalami materi dan menyampaikan pertanyaan.

Baca juga: Mengenang Romo Benny: Melanjutkan Jejak Gus Dur, Merawat Kebhinekaan, dan Menjaga Demokrasi

Dalam perbincangan lanjutan, Bhikkhu menjelaskan latar belakang tradisi Brahmanisme yang melingkupi kehidupan Pangeran Siddharta sebelum mencapai pencerahan.

Diskusi turut membahas penanggalan Buddhis atau Buddhist Era (BE), yang dikaitkan dengan Parinibbana Buddha Gautama.

Setelah kegiatan berakhir, para peserta mengabadikan kebersamaan melalui foto bersama.

Dialog berlanjut dalam suasana santai bersama Romo Thomas dan umat vihara sambil menikmati kopi.

Mereka bertukar pandangan mengenai ajaran Buddha dan Islam serta membicarakan seputar jalsah salanah. **

Writer: ZA KhudoriEditor: Talhah Lukman A