Jemaat Ahmadiyah Pontianak Buka Ruang Dialog Bersama Satu Pena Kalbar

RedaksiDaerah2 min
A-AA+A++

Pontianak, Warta Ahmadiyah — Jemaat Muslim Ahmadiyah Pontianak bersilaturahmi dengan pengurus Satuan Penulis Indonesia (Satu Pena) Wilayah Kalimantan Barat di Nordu Coffee, Jumat (31/7/2026).

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut komunikasi antara Mln. Jahid A. Muztahidin, Mubalig Jemaat Ahmadiyah Pontianak, dan Ketua Satu Pena Kalbar, Rosadi Jamani.

Dalam pertemuan itu, Jahid didampingi Yaya Sunarya. Keduanya memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Satu Pena dalam menerima ruang dialog.

Rosadi berharap pertemuan tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai Jemaat Muslim Ahmadiyah secara langsung, mengingat masih terdapat informasi yang dinilai tidak tepat.

Dialog kemudian membahas profil Jemaat Ahmadiyah serta sejumlah aspek teologi. Perwakilan Ahmadiyah juga menjawab pertanyaan peserta mengenai keyakinan terhadap kedatangan Imam Mahdi.

Jahid menjelaskan bahwa keyakinan tersebut didasarkan pada penafsiran terhadap Al-Qur’an dan hadis, termasuk tanda-tanda yang dikaitkan dengan gerhana matahari dan bulan.

Dalam pertemuan tersebut, Jemaat Ahmadiyah Pontianak mengusulkan kerja sama berupa seminar atau forum group discussion (FGD) di lingkungan kampus.

Rosadi yang juga dosen Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat menyambut usulan tersebut. Ia menyebut studium generale dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal Ahmadiyah secara langsung.

“Saya punya puluhan mahasiswa. Studium General bisa menjadi wadah bagi para mahasiswa agar bisa mengenal Ahmadiyah langsung dari sumbernya”, ungkapnya.

Pertemuan berlangsung dalam suasana informal dan diisi dengan diskusi dua arah mengenai informasi keagamaan serta kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata berupa buku Keadilan dan Perdamaian Sejati serta Kekacauan Global dan Kebutuhan Mendesak akan Persatuan Umat Islam dari Jemaat Ahmadiyah kepada Satu Pena Kalbar.**

Writer: Jahid Ahmad MuztahidinEditor: Shahnaz Sabahunnur Kautsar