Palangka Raya, Warta Ahmadiyah – Masjid Nurul Khilafat Palangka Raya menggelar kajian Islam intensif pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut mengangkat bedah buku Ek Gahalati ka Izalah atau Menghapus Satu Kesalahan.
Kajian menghadirkan Mubaligh Mln. Mansyur A. Yahya sebagai narasumber.
Baca juga: Dari Toleransi Menuju Persaudaraan, Ruang Perjumpaan Dinilai Penting bagi Indonesia
Puluhan jemaah hadir dan memenuhi ruang utama masjid untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam pemaparannya, narasumber mengajak jemaah mencermati setiap kalimat dalam buku secara teliti.
Karya Hazrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. dinilai memiliki gaya penulisan khas sehingga membutuhkan konsentrasi dalam memahaminya.
Baca juga: Salatiga Tunjukkan Praktik Toleransi, Kelompok Minoritas Diberi Ruang dalam Kehidupan Kota
Antusiasme jemaah meningkat ketika sesi tanya jawab interaktif dibuka di pertengahan acara.
Sejumlah pertanyaan kritis disampaikan terkait dalil dan sumber rujukan dalam buku tersebut.
Pertanyaan yang muncul antara lain mengenai keberadaan nabi setelah Nabi Muhammad SAW.
Baca juga: Sambut HUT RI ke-81, Ahmadiyah Wonosobo Gelar Donor Darah
Jemaah juga mempertanyakan apakah Nabi Isa a.s. akan turun kembali untuk kedua kalinya.

Tidak ada Respon