Yogyakarkata, Warta Ahmadiyah- Lajnah Imaillah DI Yogyakarta bergerak untuk menumbuhkan pentingnya keberagaman.
Di tengah meningkatnya tantangan terhadap keberagaman dan keadilan sosial, ruang dialog lintas agama menjadi semakin penting.
Semangat itulah yang mewarnai Konferensi Internasional bertajuk Peace, Justice, and Sustainability yang diselenggarakan Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) di University Club Hotel UGM, Yogyakarta, pada 23 Juni 2026.
Konferensi menghadirkan akademisi, peneliti, dan pegiat lintas agama untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun masyarakat yang damai, adil, dan berkelanjutan.
Baca juga: KPA Experiment Week 2026 Cetak Generasi Emas Ahmadi Lewat Metode Baru
Acara dibuka oleh perwakilan Sri Sultan Hamengkubuwono X yang menyampaikan filosofi Hamemayu Hayuning Bawono sebagai pedoman menjaga harmoni manusia, Tuhan, dan alam.
Sesi refleksi 20 tahun ICRS menghadirkan Prof. Yahya Wijaya, Bernard Adeney Risakotta, Siti Syamsiyatun, dan Steve Gaspersz.
Para narasumber membahas perjalanan ICRS sekaligus arah pengembangan lembaga agar tetap adaptif terhadap perubahan zaman.
Baca juga: Nashirat dan Remaja Tanjung Medan Isi Waktu Liburan dengan Tarbiyat Remaja
Pada Panel I, Dina Afriyanti menekankan pentingnya kebijakan yang inklusif untuk menjamin hak penyandang disabilitas.
Sementara itu, Cherian George memperkenalkan konsep kontra-polarisasi sebagai upaya membangun kebersamaan di tengah perbedaan pandangan.
Sementara itu, anggota Lajnah Imaillah DI Yogyakarta, Anies Mubarikah mengaku ada banyak manfaat yang didapat dari mengikut kegiatan tersebut.

Tidak ada Respon