Humanity First Indonesia Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Talhah Lukman ASosial2 min
Humanity First Indonesia menyalurkan bantuan kebutuhan dasar kepada masyarakat terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur
A-AA+A++

Nagekeo, Warta Ahmadiyah — Humanity First Indonesia menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026.

Bantuan diberikan ke sejumlah titik pengungsian di tengah akses menuju wilayah terdampak yang belum sepenuhnya pulih.

Data terkini mencatat 100 orang meninggal dunia dan 1.298 orang terluka. Dari jumlah tersebut, 336 orang mengalami luka berat.

Sebanyak 150.576 warga juga masih mengungsi akibat kerusakan rumah dan gempa susulan yang terus terjadi.

Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Pagentan Gelar Aksi Bersih-Bersih Kawasan Sekitar GOR

Staf Program Humanity First Indonesia, Agil Cahyo Manembah, mengatakan kebutuhan utama warga saat ini adalah bahan pokok.

“Masih banyak yang belum mendapat bantuan karena akses belum 100 persen pulih,” ujar Agil.

Selain sembako, warga membutuhkan layanan kesehatan dan dukungan psikologis akibat gempa susulan.

Bantuan telah disalurkan ke Posko Golosalonto, Desa Itejaya, Kecamatan Riung, serta Dusun Goloite.

Tim kemudian melanjutkan respons kemanusiaan ke wilayah Nagekeo.

Baca juga: Mubaligh Ahmadiyah Lampung Sambangi Vihara Suvanna Dipa, Berdialog dengan Bhante

Bantuan yang diberikan antara lain beras, susu, air mineral, mi instan, telur, sayuran, sabun, popok bayi, perlengkapan perempuan, dan pakaian layak pakai.

Sebanyak 15 relawan terlibat dalam penyaluran tersebut dengan dukungan Komunitas Bolonga Boys.

Perjalanan menuju sejumlah lokasi membutuhkan waktu sekitar lima hingga enam jam.

Baca juga: Anggota Jemaat Ahmadiyah Cisalada dan Warga Meriahkan Peringatan HUT RI

Hingga kini, Humanity First Indonesia telah menjangkau tiga wilayah dan tiga posko dengan total bantuan Rp9.009.304.

Agil menegaskan tim akan terus menyisir wilayah yang belum terjangkau bantuan secara merata.

Writer: Deslia Nisrina HanifaEditor: Talhah Lukman A